Mau Bangun Rumah Adat Sunda? Berikut Jenis Dan Penjelasannya!

 

Jenis-Jenis Rumah Adat Sunda


Jenis-Jenis Rumah Adat Sunda. Indonesia memiliki berbagai rumah adat yang mengandung makna di dalamnya. Di tiap-tiap rumah adat terdapat beberapa jenis, misalnya saja rumah adat sunda yang memiliki jenis lebih dari lima.

Jenis-jenis rumah adat Sunda beraneka rupa, tergantung pada fungsinya. Namun, perbedaan tiap jenis rumah adat Sunda dapat dengan mudah dikenali lewat bentuk pintu dan atapnya.

Rumah Adat Sunda “Jolopong”


Jolopong merupakan jenis rumah adat Sunda yang sampai saat ini masih banyak ditemukan di desa-desa Jawa Barat, khususnya di kawasan Garut. Ciri khas dari rumah adat Sunda Jolopong terletak di bagian atapnya yang berbentuk pelana panjang. Nama Jolopong sendiri diambil dari keunikan bangunan ini yang membiarkan area teras kosong tanpa perabotan.

Rumah Adat Sunda “Kasepuhan”


Rumah adat Sunda Kasepuhan mengambil konsep keraton, di mana memiliki gerbang utama yang mirip dengan gerbang-gerbang pura Bali. Atap rumah adat inipun umumnya selalu disangga dengan empat tiang.

Rumah Adat Sunda “Badak Heuay”


Arti nama Badak Heuay adalah bak yang menguap. Nama ini diambil karena bagian atap dari rumah adat Sunda ini sepintas terlihat seperti binatang yang sedang menganga. Bentuk atap rumah adat Sunda yang satu ini tidaklah simetris. Salah satu sisi atap dibuat lebih tinggi dan satunya lebih rendah. Jenis rumah adat Sunda Badak Heuay banyak ditemui di kawasan Sukabumi, Jawa Barat.

Rumah Adat Sunda “Parahu Kumureb”


Rumat adat Sunda ini mengacu pada bentuk atap rumah yang menyerupai perahu terbalik. Ada dua bentuk utama dari atap rumah adat Sunda Parahu Kumureb. Bentuk pertama menyerupai trapesium di bagian depan dan belakang rumah. Sementara, pada bagian sisi kanan dan kiri, bentuk ruangan menyerupai segitiga sama sisi.

Rumah Adat Sunda “Jubleg Nangkub”


Bentuk rumah adat Sunda ini kerap disandingkan dengan model rumah Parahu Kumureb karena bentuknya yang hampir mirip. Hanya saja, perbedaannya dapat terlihat di bagian atap karena rumah adat Sunda Jubleg Nangkub memiliki atap yang terlihat lebih bertumpuk. Rumah adat Sunda ini masih bisa kamu temukan di beberapa kawasan daerah Sumedang.

Rumah Adat Sunda “Togog Anjing”


Rumah Togog Anjing kerap menggunakan anyaman bambu dan konstruksi yang simpel juga terkesan hangat. Keunikan lain dari rumah adat Sunda yang satu ini terlihat dari desain atap gandanya. Atap bagian atas berbentuk segitiga. Lalu, ada pula atap yang menyambung dari bagian atap atas dan mejorok ke bagian depan dengan bentuk mendatar. Jenis dari atap rumah adat Sunda ini kerap disebut dengan istilah sorondoy.

Rumat Adat Sunda “Julang Ngapak”


Ini dia rumah adat Sunda yang paling tua dan sudah sangat jarang ditemui pada masa modern saat ini. Nama Julang Ngapak sendiri mengacu pada bagian atap rumah yang memiliki tiang kecil berbentuk huruf “V” sehingga terlihat seperti burung yang sedang mengepakkan sayapnya. Umumnya, model rumah adat Sunda yang satu ini digunakan untuk melakukan ritual pertanian.

Rumah Adat Sunda “Capit Gunting”


Rumah adat Sunda ini dinamakan Capit Gunting karena model atapnya membentuk huruf “X” dan menyerupai sebuah gunting yang sedang dalam posisi menyilang. Bahan utama atap biasanya menggunakan daun kering sehingga bagian dalam rumah terasa sejuk. Rumah Capit Gunting termasuk rumah adat Sunda yang paling kuno sehingga sudah jarang ditemui saat ini.


Komentar