3 BAHAN BANGUNAN INI DIKENAL PALING RAMAH DI LINGKUNGAN
BangunRumahh21 – Membangun rumah ramah lingkungan turut membantu dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. dan juga membuat rumah tidak panas, Perlu dilakukan hal ini dengan kerjasama masyarakat, salah satunya menggunakan bahan bangunan ramah lingkungan.
Permasalahan lingkungan semakin hari semakin besar. Kerusakan alam akibat eksploitasi yang berlebihan, polusi, hingga hilangnya habitat alami banyak makhluk hidup menjadi dampak besar. Selain itu kerusakan lingkungan juga berpengaruh buruk terhadap kesehatan manusia karena pencemaran terhadap air, udara, bahkan tanah.
Untuk mengurangi dampak kerusakan tersebut, tentu membutuhkan upaya besar dan berkelanjutan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah menggunakan berbagai produk atau bahan yang ramah lingkungan. Produk-produk tersebut dibuat melalui proses dan bahan yang sama sekali tidak berdampak buruk kelestarian lingkungan. Salah satunya bisa dengan membangun rumah menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.
Pembangunan rumah ramah lingkungan memang sudah mulai dilakukan. Salah satu alasannya adalah untuk mengurangi penggunaan material bangunan yang dibuat dengan merusak lingkungan. Dilansir dari Smartcitesdive.com dengan menggunakan bahan alami maka lingkungan bisa lestari karena penggunaan energi yang mulai dibatasi serta eksploitasi yang berkurang. Oleh karena itu rumah ramah lingkungan menjadi salah satu upaya dalam mendukung hal tersebut.
Lalu apa saja bahan-bahan untuk membangun rumah namun tetap ramah lingkungan?
1. Bambu
Bambu sudah sejak dulu digunakan untuk membangun sebuah rumah. Sifatnya yang lentur dan kokoh membuat sebagian besar orang menyukai bahan ini. Bahan ini dianggap ramah lingkungan karena pertumbuhannya yang cepat. Anda bisa menemukan bambu dengan mudah lalu menggunakannya tanpa harus khawatir akan persediaannya. Bambu akan terus tumbuh walau sudah beberapa kali ditebang. Oleh karena itu beberapa wilayah di Eropa, Amerika, dan Asia sudah mulai menggunakan bambu sebagai bahan bangunan untuk rumah.
Untuk ketahanan, bambu dianggap sama kuatnya dengan beberapa kayu jenis lain bahkan dengan beton sekalipun. Bambu juga memiliki berat yang ringan, sehingga bisa diangkut dalam jumlah besar tanpa khawatir adanya pemborosan energi. Namun bambu membutuhkan perawatan yang rutin untuk menghindari kerusakan yang mungkin terjadi.
2. Daur Ulang Kayu Dan Logam
Aluminium dan baja bisa didapat dari proses yang panjang serta kurang ramah lingkungan. Banyak energi yang dibutuhkan, sehingga kedua bahan tersebut kurang menarik bagi mereka yang mencintai lingkungan. Namun jika kedua bahan tersebut bisa didaur ulang dengan baik, maka Anda bisa mendapatkan rumah dengan kualitas yang baik tanpa harus merusak lingkungan.
Bahan daur ulang menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki perhatian terhadap lingkungan. Selain aluminium dan baja, Anda bisa mendaur ulang bahan dari kayu. Beberapa jenis kayu biasanya memiliki daya tahan dan tingkat kekokohan yang tinggi sehingga bisa digunakan kembali untuk membangun rumah.
3. Wol Domba
Wol domba sebagai bahan bangunan ramah lingkunganMungkin hal ini sedikit mengejutkan, karena wol domba dikenal sebagai bahan untuk pakaian. Wol domba bisa digunakan untuk insulasi panas, agar kondisi di dalam rumah tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Bagian yang biasanya digunakan sebagai insulator rumah adalah dinding dan atap, pada bagian tersebut wol domba bisa digunakan.
Namun yang menjadi permasalahan adalah tidak semua orang bisa mendapatkan wol domba dengan mudah. Selain harganya yang mahal, wol domba juga diproduksi pada beberapa area khusus dan tertentu. Oleh karena itu peneliti dan pemerhati lingkungan masih mengkaji kembali bagaimana peranan wol domba dalam membangun rumah yang ramah lingkungan. Namun mereka percaya bahwa bahan ini adalah yang paling alami dan paling tepat dalam membangun rumah ramah lingkungan yang sehat dan nyaman.



Komentar
Posting Komentar